Kamis, 07 Mei 2015

Fungsi, keselamatan kerja beberapa alat perbengkelan


TUGAS 2 ELEKTRONIKA DASAR

Fungsi, Keselamatan Kerja beberapa alat perbengkelan elektronika

1. SOLDER LISTRIK
  Solder Listrik adalah suatu alat untuk menyolder atau menyambung kaki-kaki komponen dalam suatu rangkaian baik yang menggunakan PCB maupun moutry strip (kawat pagar yang berdiri).
Solder listrik terdiri dari ujung tembaga dan kawat filomen dan tabung filomen. Untuk menyolder komponen elektronika sebaiknya berdaya 30 watt sampai 30 watt agar komponen yang tidak tahan panas tidak akan rusak. Contoh: Dioda, Transistor, FET, IC da semi konduktor yang lain.
Didalam prakteknya pada saat kita menyolder, untuk alas tempat meletakkan solder kita panas yang berlebihan dari solder diserap oleh tempatnya. Bila solder selesai dipergunalan, solder harus dilepaskandari jaringa listrik agar ujung solder tidak cepat rusak.


2. ATTRACTOR

ATTRACTOR (penyedot timah) adalah adalah peralatan yang mempunyai fungsi untuk melepas solderan komponeen pada saat mau menguji komponen (rusak atau baik) atau mengganti komponen baru.
Alat Penyedot Timah Solder (Attractor) beragam bentuk namun intinya ya cuma buat menyedot saja fungsinya, jangan ngeres yang disedot apaan hayoo? ya tentunya timah timah yang telah leleh pada terminal antara kaki komponen elektronika dan PCB. Alat penyedot atau Attractor ada yang manual dan sekarang ada juga yang menggunakan tenaga listrik.
Perbedaan yang mencolok antara Alat Penyedot Timah Solder (Attractor) manual dan Alat Penyedot Timah Solder (Attractor) listrik, sebenarnya terletak pada solder, yang manual kita perlu menggunakan solder untuk melelhkan timah/tinol, namun yang listrik kita tak perlu lagi menggunakan solder, karena sudah menyatu dalam alat penyedot timah tersebut.

Cara menggunakan Alat Penyedot Timah Solder (Attractor)
Penggunaan penyedot timah solder juga relatif gampang, pertama-tama tekan ujung tangkai saklar hingga merapat ke posisi tombol switch reset, lalu arahkan ke timah/patrian yang telah kita panasi hingga leleh dengan solder, angkat ujung solder lalu dengan serentak kita rekatkan ujung penghisap/penyedot timah ke titik pusat patrian dan secara bersama kita tekan tombol switch resetnya.

3. PINSET

Pinset adalah alat penjepit yang mempunyai fungsi untuk menjepit kaki komponen pada saat penyolderan supaya panas saat penyolderan tidak mempengaruhi komponen tersebut.

4. TANG
Tang adalah salah satu alat perkakas tangan yang digunakan untuk
beberapa keperluan, antara lain untuk memotong, memegang, membentuk benda, dan memegang baud. Oleh karena itu, jenis dan bentuk serta ukuran tang bervariasi, sesuai dengan kegunaannya. Misalnya tang kombinasi, tang potong, tang lancip, tang pengupas kabel, dan sebagainya.

a) Tang Biasa
Selain untuk mencengkeram, bisa digunakan untuk memotong dan memutar kawat atau kabel.

b) Tang Kombinasi (multigripplier). Mirip dengan tang biasa hanya saja besarnya rahang bisa disetel sesuai dengan benda yang bakal dijepit. Hindari penggunaan tang kombinasi sebagai pengganti kunci pas untuk membuka atau mengencangkan baut.

c) Tang Potong
Digunakan untuk pemotong kawat atau kabel. Tang ini biasanya digunakan pada saat melakukan pemasangan instalasi kabel. Jangan gunakan untuk memutuskan kawat yang terlalu keras.

d) Tang Lancip
Digunakan untuk menjepit dan memotong kawat atau kabel. Dengan ujungnya yang runcing alat ini bisa menjangkau celah yang sempit.

e) Tang Penjepit Spi (circlipplier)
Fungsi khusus : memasang atau melepas spi. Ada dua jenis tang penjepit psi, jenis pertama digunakan pada spi luar, jenis kedua dipakai untuk spi dalam.

f) Tang Jepit / tang grip
Dilengkapi pengunci untuk menjaga kekuatan jepitannya. Dengan begitu, tang akan tetap menjepit meski genggaman dilepas. Fungsinya secara umum digunakan untuk membuka mur atau memegang sesuatu yang membutuhkan cengkeraman yang kuat. Selain itu tang jepit juga dapat dipakai untuk menjepit baut yang sudah rusak.

g) Tang Kabel / crimping plier
Digunakan untuk kabel, misalnya memotong dan mengupas isolator kabel. Kecuali itu, boleh dipakai untuk memasang terminal kabel.


h) Tang Kakaktua
Khusus digunakan untuk memegang atau mencabut paku.

i) Tang bulat
Khusus digunakan untuk membuat mata sambungan (mata titik) pada ujung kabel. kepala tang berbentuk silinder (bulat)

j) Tang cucut
digunkan untuk memagang benda/komponen saat proses perakitan.

k) Tang kupas
digunakan untuk mengupas kabel.

5. OBENG
Obeng adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengencangkan atau
mengendorkan baut. Ada beberapa model obeng yang digunakan di seluruh dunia. Jenis yang sangat umum di Indonesia adalah model Phillips (+) and slotted (-).
Jenis obeng lain yang digunakan di negaranegara
lain antara lain Torx (bintang segi enam), Hex (segi enam), Robertson (kotak)  




6. TES PEN
●Alat ini dipergunakan untuk melihat adanya sumber tegangan. Tes pen akan menyala bila ada sunber arus dan tidak menyala bila tidak ada sumber arus.
●Cara kerja tes pen:
A.Bagian atas tes pen listrik yang berlubang untuk tempat menempelkan ibu jari atau telunjuk.
B.Ujungpen tes (logam)sebagai konduktor.
C.Lampu neon sebagai inductor, menyala bila ujung B ditempelkan pada daerah muatan listrik.
D. Pelastik atau ebonite sebagai isolator untk menjaga tegangan konsleting. 



7. PISTOL LEM TEMBAK
Alat ini berfungsi untuk mencairkan batangan lem. Caranya cukup masukkan batang lem ke dalam alat berupa tembakan ini, posisikan alat tembak pada tombol on, tunggu sampai kondisinya panas. Tekan pelan alat penembaknya, atur supaya jumlah lem yang keluar sesuai dengan yang kita butuhkan, tekan kuat untuk lem dalam jumlah banyak dan lebih pelan bisa ingin lem keluar lebih sedikit/secara perlahan.
Menggunakan lem tembak saat menempelkan aplikasi jauh lebih ekonomis dibandingkan pemakaian lem dalam kemasan. Sehingga alat ini sangat cocok bagi teman-teman yang sering menggunakan lem u proses pembuatan kerajinan atau untuk pengerjaan proyek dan menyambungkan komponen listrik agar tidak goyang. Alat ini dilengkapi dnegan tombol onn off yang akan menjaga mesin lebih awet. Jangan lupa mematikan alat ini setiap selesai digunakan, agar alat tembak lebih awet.

8. PISTOL LEM BAKAR
Pistol lem bakar adalah alat untuk melelehkan glue stick dilengkapi dengan sakelar on/off untuk lem berukuran 8mm. alat ini kualitasnya bagus dan mudah digunakan tinggal tarik tuas lem akan keluar dan meleleh sendiri dengan daya listrik sebesar 20Watt.

9. BOR MINI/BOR LISTRIK
Bor listrik berfungsi untuk membuat lubang pada PCB. Lubang- lubang tersebut digunakan untuk memasang komponen-komponen elektronika. Biasanya di gunakan dengan mata bor berdiameter 0,8 – 1mm.

9. PALU
Palu atau martil adalah alat yang digunakan untuk memukul benda kerja, misalnya paku. paku terdiri dari dua bagian yaitu kepala dan tangkai . kepala dibuat dari baja, plastik, karet, kayu, tembaga. tangkai umumnya dibuat dari kayu.
macam-macam palu

a) palu paku (nail hammer)
palu ini terdiri dari dua bagian, bagian muka yang rata digunakan untuk memukul paku, sedang bagian cakar digunakan untuk mencabut paku. 


b). palu bulat
palu ini terdiri dari dua bagia, bagian rata digunakan untuk memukul benda kerja, sedangkan bagian yang bulat digunakan untuk membuat cekungan pada benda kerja. 

 

c). Palu keling.

 Palu ini digunakan untuk pekerjaan pengelingan.
d). Palu puncak lurus dan puncak melintang.
 Salah satu sisi kepala palu berbentuk pisau yg tajam, berguna untuk memotong atau membuat sudut. Pekerjaan ini khusus untuk pekerjaan plat. 
e). Palu karet.
 Palu ini digunakan untuk pekerjaan plat, misalnya untuk meratakan permukaanplat tanpa meninggalkan goresan.

f) Palu Plastik
 Palu ini digunakan untuk mengetok atau memukul benda kerja yg lunak agar bendatau benda-benda tuangan. Tujuan penggunaan palu ini agar benda kerja tidak pecah atau tidak tergores. 

g). Palu tembaga.
  Palu ini digunakan untuk pekerjaan perbaikan, misalnya .mengeluarkan bagian-bagian mesin listrik tanpa harus merusaknya. Tembaga mempunyai sifat lebih lunak dibanding dengan  besi. Setelah sering dipakai palu ini akan menjadi keras, untuk memperlunak kembali kepala palu harus dipijarkan.

Senin, 20 April 2015

Tugas Interaksi Manusia dan Komputer (IMK)

Gambar interface yang baik
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Gambar interface buruk

1.
2.
3.
4.
5.
6.



Minggu, 15 Maret 2015

KOMPONEN-KOMPONEN PASIF ELEKTRONIKA
1.    RESISTOR
A.    Pengertian Resistor
Resistor adalah salah satu komponen elektronika yang berfungsi sebagai penahan arus yang mengalir dalam suatu rangkaian dan berupa nilai terminal dua komponen elektronik yang menghasilkan tegangan pada terminal yang sebanding dengan arus listrik yang melewatinya sesuai dengan hokum Ohm (V=IR). Sebuah resistor tidak memiliki kutub positif dan negative, tetapi memiliki karakteristik utama yaitu resistansi, toleransi, tegangan kerja maksimum dan power rating. Karakteristik lainnya meliputi koefisen temperature, kebisingan dan induktansi. Ohm yang dilambangkan dengan symbol Ω (omega) merupakan satuan resistansi dari sebuah resistor yang bersifat resistif.
 
Fungsi resistor adalah sebagai pengatur dalam membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Dengan adanya resistor menyebabkan arus listrik dapat disalurkan sesuai dengan kebutuhan. Adapun fungsi resistor secara lengkap sebagai berikut
a.    Berfungsi untk menaha sebagian arus listrik agar  sesuai dengan kebutuhan suatu rangkaian elekronika.
b.    Berfungsi untuk menurunkan tegangan sesuai yang dibutuhkan oleh rangkaian elektronika.
c.    Berfungsi untuk membagi tegangan.
d.    Berfungsi untuk membangkitkan frekuensi tinggi dan frekuensi rendah dengan bantuan transistor dan kandensator (kapasitor).














B.    Jenis Resistor
1)    Resistor tetap
 
Resistor jenis ini mempunyai resistansi/nilai tahanan yang tetap (tidak berubah).
Resistor tetap memiliki kemampuan daya, yang disebut Watt. Besar kecilnya kemampuan Resistor untuk dilewati arus tergantung dari bahan pembuat Resistor itu sendiri. Resistor berdaya kecil ( di bawah 2 Watt ) terbuat dari bahan karbon, sedangkan resistor yang bekerja pada daya besar ( 2 Watt – 50 Watt )  terbuat dari kawat nikelin.
Resistor Carbon memiliki kode warna yang melingkar seperti cincin pada fisiknya. Warna – warna yang melingkar tersebut merupakan kode – kode untuk mengetahui nilai “resistansi” pada Resistor tanpa melakukan pengukuran dengan Ohm Meter. Kode warna yang diberikan merupakan standart pabrik yang dikeluarkan oleh EIA ( Electronic Industries Association ).
CARA MEMBACA RESISTOR CARBON/RESISTOR TETAP
warna    Gelang 1(angka 1)    Gelang 2 (angka 2)    Gelng 3 (fakor pengai)    Gelang 4 (toleransi)
Hitam     -    0    100    -
Cokelat    1    1    101    1
merah    2    2    102    2
Oranye    3    3    103    3
Kuning    4    4    104    4
Hijau    5    5    105    5
Biru    6    6    106    6
Ungu    7    7    107    7
Abu-abu    8    8    108    8
Putih    9    9    109    9
Emas    -    -    10-1    5
Perak    -    -    10-2    10
Tak berwarna    -    -    10-3    20
    Kode warna pada  resistor


2)    Resistor variable

Resistor ini mempunyai resistansi yang berubah-ubah sesuai keinginan, sebagai contoh adalah potensio, dan trimpot. Selain itu ada juga resistor yang perubahan nilai resistansinya tergantung pada kuat atau lemah cahaya di sekitarnya seperti LDR (Light Dependent Resistor)
Berbeda dengan LDR jenis resistor yang satu ini perubahann nilainya tergantung pada kuat suhu di sekitarnya seperti PTC (Positive Temperatur Coofisien) NTC (Negative Temperatur.
 coofisien
     potensio
         trimpot
             LDR

RESISTOR DIPASANG DIRNGKAIAN
    Rangkaian seri
    Rangkaian parallel

2.    KAPASIOR
A.    Pengertian kapasitor
Kapasitor adalah komponen yang bekerja dengan menyimpan muatan. Aplikasi kapasitor diantaranya digunakan sebagai filter pada rangkaian penyearah tegangan. Ada dua tipe kapasitor yaitu polar dan nonpolar/bipolar. Perbedaan dari keduanya adalah pada ketentuan pemasangan  kaki-kakinya. Polaritas pada kapasitor polar dapat diketahui melalui label polaritas (negative/positif) kaki kapastornya atau panjang-pendek kaki-kakinya. Pemasangan kapasitor polar ini harus sesuai dengan polaritasnya. Sementara itu, untuk pemasangan kapasitas nonpolar, tidak ada ketentuan pemasangan polaritas kaki-kakinya karena itu pula pada kapasitor nonpolar tidak ada label polaritasnya.
Kode angka    Gelang 1 (angk pertama)    Gelang 2 (angka kedua)    Gelang 3 (faktor pengai)    Kode huruf (toleransi %)
0    -    0    1   

F = 1
G = 2
H = 3
I = 4
J = 5
K = 10
M = 20
1    1    1    101   
2    2    2    102   
3    3    3    103   
4    4    4    104   
5    5    5    105   
6    6    6    106   
7    7    7    107   
8    8    8    108   
9    9    9    109   
Kode warna dan huruf pada kapasitor
Desain kapasitor, baik polar maupun nonpolar, ada dua bentuk yaitu aksial dan radikal . contoh bentuk kapasior aksial dan radikal ditunjukkan pada gambar (perhatikan posisi kaki-kakinya)

B.    Jenis-jenis Kapasitor
1.    Kapasitor polar
Kapasitor polar adalah kapasitor yang memiliki kutub  positif dan negative. Pemasangan kapasitor tidak boleh dibalik. Bagian anoda (+) harus dihubungkan dengan potensial yang lebih tinggi dan bagian katoda (-) harus dihubungkan  dengan  potensial yang lebih rendah.
Kapasitor elektrolit dan kapasitor tantalum adalah contoh jenis kapasitor polar. Rating tegangan kedua kapasitor tersebut rendah, yaitu 6.3 Volt-35 Volt. Pada badan kapasitor tersebut tercetak label polaritas yang meunjukkan polaritas kaki komponen yang sejajar dengan label polaritas tersebut.
 kapasitor polar

2.    Kapasitor nonpolar
Kapasitor nonpolar adalah kapasitor kapasitor yang dapat dipasang dengan sumber muatan secara sembarang.
Kapasitor nonpolar memiliki rating tegangan paling  kecil  50 Volt. Kapasitor nonpolar yang banyak digunakan biasanya memiliki rating tegangan 250 Volt atau lebih. Nilai kapasitansi kapasitor nonpolar yang tercetak pada label berupa kode angka atau kode warna.
 kapasitor nonpolar
3.    Kapasitor variable
Kapasitor jenisini biasanya digunakan di dalam  rangkaian tuning radio. Nilai kapasitansinya relative kecil biasanya diantara 100pF dan 500pF.
 kapasitor variabel
4.    Kapasitor trimmer
Kapasitor trimmer adalah kapasitor ukuran mini dari kapasitor variable. Kapasitor ini didesain untuk dapat dipasangkan langsung pada PCB dan untuk diatur nilainya hanya pada saat pembuatan rangkaian. Nilai kapasitansi kapasitor ini biasanya kurang dari 100pF. Di dalam rentang nilai kapasitansinya, kapasitor trimmer memildkvd iki nilai minimum yang lebih besar dari nol.
 kapasitor trimmer